Simak Cara Mengobati Auditory Processing Disorder Berikut

Auditory processing disorder (APD) adalah gangguan proses mendengar yang belum bisa diobati. Tetapi, kondisi ini bisa diatasi dengan penanganan yang tepat. Memberikanan penanganan yang tepat bisa mengasah kemampuan mendengar pasien sehingga hal ini akan membangun kemampuan berkomunikasi yang baik. Seorang anak baru bisa memiliki kemampuan berkomunikasi yang sempurna hingga memasuki usia 15 tahun, sehingga sebelum mencapai usia tersebut, kemampuan mendengarnya masih belum sempurna. Dalam rentang waktu tersebut, adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kemampuan mendengar selama proses sistem pendengaran terus berkembang.

Sebagai orang tua, mengarahkan anak pada hal – hal yang baik adalah sebuah keharusan. Cara yang bisa dilakukan sebagai cara mengobati auditory processing disorder adalah memberikan latihan mendengar misalnya pengenalan suara, mencari sumber suara serta membiasakan diri berkonsentrasi di satu titik suara yang ada di sekitar kebisingan. Anak juga bisa ddilatih untuk meningkatkan kemampuan lain misalnya kemampuan mengingat dan memecahkan masalah.

Sedangkan bagi seorang anak yang mengalami kesulitan berbicara, Anda bisa mengarahkan pada terapi bicara yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Cara ini juga bisa diterapkan bagi anak yang mempunyai kendala dalam membaca. Hal – hal teknis lain yang bisa juga dilakukan untuk memudahkan proses pengobatan misalnya duduk di barisan depan ketika guru mengajar, meminimalkan seluruh suara yang bisa menimbulkan bising contohnya TV, kipas angin atau radio. Anda juga bisa menggunakan bantuan alat seperti frequency modulation yang merupakan alat pengeras suara yang tersambung dengan telinga pasien.

Hal yang paling penting dari cara mengobati auditory processing disorder yaitu memberikan dukungan yang terus menerus pada anak. Sebaiknya Anda tidak mengajak mereka untuk berbicara cepat, kurang jelas dan panjang. Anda harus membuka mulut dengan baik ketika berbicara sehingga artikulasi menjadi jelas dan alat bantu visual seperti gambar dalam menjelaskan suatu hal bisa dipilih apabila dibutuhkan. Teruslah mengulang suatu informasi hingga anak Anda benar – benar memahami apa dan bagaimana maksud dari pembicaraan. Penderita auditory processing disorder bisa hidup normal seperti anak lainnya dan mempunyai prestasi seperti anak lainnya apabila lingkungan sekitarnya mendukung dan terapi dilakukan sejak dini.

Karena belum ada obat yang bisa menyembuhkan gangguan ini, maka beberapa langkah berikut bisa dilakukan :

  • Mengurangi suara latar yang terlalu berisik dan mengganggu baik di sekolah dan di rumah
  • Mengajak berkomunikasi dengan bahasa yang sederhana dan ekspresif
  • Meminta anak Anda untuk mengulangi kembali petunjuk dan perintah yang diberikan dan minta dia untuk mengulangi perintah tersebut secara keras sampai perintah tersebut terselesaikan
  • Mintalah dia untuk menatap mata Anda saat sedang berbicara
  • Berbicara dengan kecepatan yang rendah dan sedikit keras
  • Membuat tempat dan suasana belajar yang tenang
  • Mendorong anak untuk memiliki kebiasaan tidur dan baik yang baik
  • Membangun rasa percaya diri yang baik
  • Menyuruh pekerjaan rutin dan realistis misalnya membersihkan kamar mandi dan meja belajar

Langkah sederhana di atas bisa dilakukan sebagai cara mengobati auditory processing disorder. Selain itu, kasih sayang yang diberikan oleh orang tua dan keluarga sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Beri tahu dia bahwa Anda dan keluarga sangat menyayanginya tidak peduli bagaimanapun kondisi yang sedang dialami saat ini. Dengan begitu, anak Anda akan termotivasi dan semangat dalam menjalani harinya. Lambat laun, kemampuannya dalam berbicara dan mendengar akan semakin baik. Selain itu, rasa percaya diri juga semakin besar sehingga keinginan untuk berprestasi mulai muncul.

 

Sumber :

www.kumparan.com

www.hellosehat.com

Cantik.tempo.co

Inilah Penyebab Atresia Ani

Atresia ani ( anus imperforata) merupakan cacat lahir dimana kondisi ini terjadi saat kehamilan memasuki 5-7 minggu. Pada waktu ini, perkembangan bentuk rektum (bagian akhir usus besar) hingga lubang anus tidak sempurna. Penyakit ini dialami oleh 1 dari 5.000 bayi dan harus segera mendapatkan penanganan yang tepat. Beberapa kondisi yang dialami oleh bayi dengan atresia ani, yaitu :

  • Rektum tidak terhubung dengan usus besar
  • Lubang anus menyempit atau tertutup seluruhnya
  • Terdapat fistula (saluran yang menghubungkan rektum dengan kandung kemih, uretra, pangkal penis atau vagina)

Pada bayi yang tumbuh dan berkembang dengan normal, saluran kemih, lubang anus dan kelamin terbentuk saat usia kehamilan memasuki delapan minggu. Kondisi ini terjadi melalui proses pembelahan dan pemisahan dinding – dinding pencernaan janin. Sedangkan, pada bayi yang mengalami gangguan saat proses tumbuh kembang di dalam janin, maka hal ini bisa menyebabkan terjadinya atresia ani. Penyebab atresia ani belum diketahui secara pasti tetapi ahli medis menyatakan bahwa penyakit ini bisa terjadi karena genetik dan faktor keturunan.

Penyebab atresia ani juga bisa dikarenakan perkembangan anatomi. Gangguan ini dapat terjadi mulai bayi berada di dalam kandungan. Terdapat hal – hal yang dapat memicu terjadinya gangguan perkembangan namun penyebabnya belum diketahui secara pasti. Beberapa kondisi berikut bisa menimbulkan faktor resiko yang lebih besar untuk mengalami atresia ani :

  • Faktor – faktor lingkungan tertentu
  • Faktor keturunan atau genetik (mutasi gen)

Atresia ani juga bisa terjadi dalam berbagai bentuk, misalnya :

  • Saluran rektum yang tidak terhubung dengan usus besar.
  • Terdapat penyempitan atau stenosis di anus.
  • Rektum mempunyai saluran yang tidak normal, seperti terhubung di vagina dan penis.

Pada beberapa kasus, bayi yang mengalamia atresia ani juga bisa mengalami beberapa masalah lain seperti :

Sebagian besar kasus atresia ani ditangani dengan prosedur operasi. Mulai dari prosedur pembesaran atau perbaikan posisi anus, sampai pembentukan lubang anus yang memadai untuk penderita.

Prosedur operasi biasanya dilakukan di beberapa hari pertama setelah bayi lahir. Tetapi terkadang operasi tidak langsung dilakukan. Sebelum menjalani prosedur operasi, prosedur kolostomi juga dibutuhkan. Pada prosedur ini, dokter akan membuat dua pembukaan kecil yang bertujuan untuk menghubungkan bagian akhir dari saluran cerna ke dinding abdomen.

Dengan cara ini, kotoran bisa ditampung di sebuah kantung. Kantung ini akan menempel di bagian luar tubuh penderita dan berfungsi menampung kotoran yang keluar dari dalam tubuh.

Atresia ani tahap ringan

Bayi yang mengalami atresia ani ringan, prosedur operasi bisa dipilih sebagai solusi yang baik. Namun, operasi ini di sisi lain tetap dapat menimbulkan masalah pencernaan misalnya sembelit.

Atresia ani tahap sedang

Bagi bayi yang mengalami atresia ani yang lebih berat, bayi ini membutuhkan prosedur bedah yang lebih rumit. Cara ini juga biasanya disertai sedangkaian perawatan tambahan misalnya :

  • Mengkonsumsi makanan dengan banyak serat
  • Menggunakan bantuan pelunak feses

Atresia ani tahap berat

Bagi bayi yang megalami atresia ani yang cukup berat, bayi kemungkinan memerlukan lebih banyak prosedur operasi atau pembedahan.

 

Sumber :

www.sehatq.com

www.mayoclinic.org

Pexels.com

 

Gejala Auditory Processing Disorder yang Harus Anda Perhatikan

Audiotory Processing Disorder (APD) adalah julukan untuk gangguan yang berkaitan dengan kemampuan mendengar. Sebagian besar gangguan ini dialami oleh anak kecil yang sedang dalam proses kemampuan mendengar. Otak dari penderita gangguan ini tidak bisa memproses dan memahami apa yang didengar tetapi masih memiliki pendengaran yang normal.

Kondisi ini menyebabkan adanya kesulitan dalam memahami bahasa khususnya pada anak – anak tapi juga bisa dialami oleh orang dewasa. Hal ini dikarenakan adanay distorsi pada sinyal auditori (pendengaran). Gejala auditory processing disorder yaitu tidak mampu membedakan ucapan di lingkungan yang ramai atau bising secara jelas, tidak mudah untuk mengikuti percakapan dan petunjuk, mudah terganggu, dan sulit belajar.

            Gangguan ini secara umum dialami oleh anak – anak, tetapi orang dewasa juga bisa mengalami gangguan ini. Anak – anak yang menderita gangguan ini akan mengalami gangguan pada intelektual dan interaksi sosial. Beberapa gejala auditory processing disorder yang terjadi yaitu adanya kesulitan dalam :

  • Menikmati musik
  • Mudah terganggu oleh suara bising
  • Membedakan kata – kata yang pengucapannya mirip misalnya “kotak” dan “katak”
  • Mengerti kata – kata (khususnya pada keadaan berisik atau apabila kata – kata tersebut dikatakan dengan cepat)
  • Membaca dan menulis
  • Mengingat perintah
  • Mencari sumber suara
  • Menjawab pertanyaan
  • Pengembangan kemampuan bicara dan bahasa
  • Berkonsentrasi dan menjadi orang yang tidak peduli
  • Bekerja dalam kelompok besar
  • Memiliki pendengaran yang baik
  • Menerima informasi sehingga harus diulang – ualng

Selain memperhatikan gangguan yang terjadi, Anda bisa mempertanyakan kondisi anak Anda mengenai gejala yang terjadi dengan beberapa pertanyaan bantuan berikut :

  • Apakah dia kesulitan mengikuti percakapan ?
  • Apakah dia sangat tidak rapi dan pelupa ?
  • Apakah dia kesulitan dalam membaca, mengeja, menulis atau berbicara ?
  • Apakah dia kesulitan dalam mengikuti pentunuk baik yang sederhana maupun yang rumit ?
  • Apakah perilaku dia membaik dalam suasana yang lebih tenang ?
  • Apakah lingkungan yang bising mengganggu dia ?
  • Apakah dia mudah terganggu oleh suara keras?

Dengan mengacu pada pertanyaan tersebut, Anda bisa mengetahui apakah anak Anda mengalami gangguan auditory processing disorder. Belum diketahui secara pasti apa penyebab dari penyakit ini. Namun, beberapa hal bisa memicu terjadinya seperti :

  • Adanya proses informasi pendengaran yang abnormal di dalam otak. Kondisi ini bisa menyebabkan keterlambatan dalam pengembangan sistem pendengaran pusat
  • Mengalami trauma kepala, infeksi telinga kronis
  • Kelainan hiperaktivitas karena kurang perhatian (hiperacitivity disorder)
  • Mengalami autism spectrum disorder (ASD)
  • Disleksia dan gangguan bahasa

Untuk menyembuhkan gangguan ini belum ditemukan obat yang tepat. Tetapi, ada beberapa pilihan terapi yang bertujuan untuk memperbaiki kondisi ini. Ahli terapi wicara akan mengevaluasi kondisi penderita dan akan memberikan saran mengenai terapi yang terbaik untuk dilakukan. Penentuan tersebut bergantung pada tingkat keparahan atas gangguan yang dialami.  Beberapa pilihan terapi tersebut yaitu :

  • Intervensi : membantu menyiasati lingkungan akademis dan pembelajran bagi anak, langkah ini meliputi :
  • Menentukan tempat duduk yang jauh dari jendela dan gangguan lain
  • Memilih tempat duduk di depan agar dekat dengan guru yang mengajar
  • Mengurangi kebisingan yang mungkin terjadi
  • Menggunakan alat bantu dengar agar bisa memperkuat sinyal bicara dan memasang secara langsung
  • Menggunakan alat bantu visual misalnya selebaran dan diagram untuk membantu mengikuti pelajaran
  • Sesi terapi wicara perorangan : untuk mendorong dan melatih kemampuan pemrosesan pendengaran

 

Sumber :

www.gleneagles.com.sg

www.pusatalatbantudengar.com

www.honestdocs.id

Grid.id

 

 

 

Gejala Atresia Ani yang Harus Anda Ketahui

Atresia ani merupakan suatu kelainan atau cacat bawaan yang jarang ditemukan dan terjadi. Penyakit ini ditandai dengan tidak adanya anus atau lokasi anus yang tidak berada di tempat semestinya. Saat janin masih berada dalam masa perkembangan, saluran pencernaan bayi juga akan mengalami perkembangan. Jika terdapat kesalahan, saluran cerna bayi tidak bisa terbentuk dengan normal.

Di beberapa kasus, gangguan perkembangan bisa menimbulkan atresia ani. Pada kasus ini, usus besar dapat terhubung melalui sebuah saluran ke kandung kemih. Gejala atresia ani bisa berbeda-beda antara bayi yang satu dengan lainnya. Beberapa gejala yang biasanya terjadi meliputi :

  • Tidak terdapat anus atau lokasi anus yang tidak seperti biasanya.
  • Perut bengkak. Bayi yang menderita penyakit ini, tidak bisa buang air besar selama 24 – 48 jam
  • Bayi tidak memiliki lubang anal.
  • Pada bayi perempuan, posisi lubang anal berada di tempat yang salah, seperti terlalu dekat dengan vagina.
  • Feses keluar melalui tempat yang salah, seperti uretra, vagina, skrotum, atau pangkal penis.
  • Infeksi lain.

Berdasarkan beberapa penelitian, penyakit atresia ani bisa terjadi pada satu dari 1 antara 5000 bayi. Penyakit ini juga lebih sering dialami oleh bayi laki-laki dibandingkan dengan bayi perempuan. Kasus atresia ani sangatlah beragam. Tingkat keparahan bergantung pada :

  • Panjang saluran pencernaan bayi.

Kelainan akan lebih mudah ditangani melalui prsedur pembedahan apabila rektum hampir mendekati posisi anus yang normal.

  • Pengaruh atresia ani pada otot di sekitarnya.
  • Posisi akhir saluran rektum.

Apabila tidak ada di tempat seharusnya (contohnya terhubung di vagina atau penis), kondisi ini membutuhkan penanganan dengan prosedur pembedahan.

Jika tidak ditangani dengan baik, komplikasi atresia ani bisa saja terjadi. Contohnya, tidak bisa menahan buang air besar dan buang air kecil, dan munculnya infeksi lain.

Penyebab Atresia Ani

Bayi yang mengalami kondisi normal, saluran kemih, lubang anus dan kelamin akan terbentuk saat usia kehamilan memasuki delapan minggu. Hal ini terjadi melalui proses pembelahan dan pemisahan dinding – dinding pencernaan janin. Tetapi, jika terjadi gangguan saat masa perkembangan janin, kondisi ini bisa mengakibatkan atresia ani. Belum diketahui secara pasti apa penyebab atresia ani namun dugaan oleh ahli medis yatu karena genetika atau faktor keturunan.

Komplikasi Atresia Ani

Beberapa komplikasi atau gangguan yang terjadi saat operasi berkaitan dengan saluran pencernaan. Sebagai contoh, operasi pembuatan lubang pengganti anus (kolostomi) dapat menyebabkan resiko infeksi organ – organ kemih menjadi meningkat. Komplikasi atau gangguan yang bisa terjadi yaitu stenosis (penyempitan) di lubang anus buatan. Hal ini terjadi jika kulit penderita memiliki kecenderungan untuk membentuk keloid (jaringan parut). Keadaan ini juga membutuhkan perbaikan kembali dengan operasi atau pembedahan.

Pengobatan Atresia Ani

Untuk penanganan atresia ani, pemeriksaan dini disarankan untuk dilakukan untuk mengatasi gejala atresia ani yang ada. Prosedur yang akan dipilih akan dipertimbangkan oleh dokter sesuai kondisi kesehatan bayi.  Bayi yang tidak memiliki lubang anus akan diberi asupan melalui infus. Apabila ada fistula (terowongan abnormal yang muncul antara dua saluran normal seperti antara pembuluh darah, usus, atau organ tubuh) dokter akan menyarankan untuk menggunakan antibiotik.

Sebagian besar kasus lubang anus yang tertutup membutuhkan operasi secepatnya. Hal ini dikarenakan saluran pembuangan kotoran sangat dibutuhkan. Tetapi operasi untuk mengatasi atresia ani tidaklah mudah dan mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi karena posisi organ yang mengalami gangguan berada jauh di dalam panggul. Faktor bayi yang masih dalam kondisi lemah juga menjadi kesulitan prosedur pembedahan. Hal ini menyebabkan resiko untuk mengalami komplikasi juga meningkat.

 

Sumber :

www.sehatq.com

www.mayoclinic.org

Pexels.com

 

Beberapa hal yang dapat menyebabkan sakit kepala sebelah kanan

Sakit kepala adalah masalah yang sering kali terjadi. namun, masalah tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena timbulnya sakit tersebut pasti ada pneyebab dan resiko yang akan diterima jika tidak segera ditangani. Misalnya saja jika kita sering mengalami sakit kepala pada bagian sebelah kanan, ternyata hal itu dapat menyebabkan potensi penyakit kronis pada sipenderita jika tidak kunjung sembuh. nyeri hanya terasa pada bagian depan, belakang, samping kiri, atau kanan kepala. Perbedaan posisi sakit kepala dapat membedakan penyebab terjadinya nyeri. Oleh karena itu, untuk melakukan langkah dalam menangani masalah tersebut kita harus mengetahui beberapa penyebab dari timbulnya masalah sakit kepala yang juga tidak kunjung sembuh. Berikut beberapa penyebabnya:

  • Migrain kronis

Kondisi ini terjadi ketika seseorang memiliki riwayat migrain yang terjadi berulang dengan gejala sperti rasa nyeri berdenyut sedang hingga parah. Rasa sakit ini juga hanya dapat dirasakan pada satu sisi atau dua sisi bagian kepala. Ternyata hal ini dapat menyebabkan sensitivitas berlebihan pada cahaya dan suara, serta timbul rasa mual dan muntah

  • Hemicrania continua

Sakit kepala yang ditandai dengan gejala sakit pada satu sisi kepala. Terjadi terus menerus hingga menyebabkan hidung tersumbat atau justru berair serta

  • Sakit kepala cluster

Serangan nyeri pada salah satu bagian kepala dan terjadi di sekitar mata. Kondisi yang dihubungkan dengan aktivitas pada bagian otak bernama hipotalamus. Sakit kepala cluster dapat dipicu beberapa hal khusus, antara lain, suhu panas, olahraga, konsumsi minuman keras, merokok, serta bau menyengat seperti aroma parfum, bensin, atau cat baru.Sakit kepala cluster umumnya disertai dengan gejala sperti mata berair dan merah, telinga merah, wajah berkeringat, kelopak mata bengkak atau turun dan pupil pada salah satu mata mengecil.

Adapun kemungkinan penyebab lainnya dari sakit kepala sebelah kanan antara lain, infeksi seperti meningitis, peradangan atau gangguan dalam pembuluh darah di sekitar otak seperti stroke, tekanan dalam rongga kepala yang meningkat atau menurun, tumor otak, dan cedera otak. Seseorang juga lebih tinggi risiko mengalami sakit kepala tersebut apalagi ketika sedang depresi, mengalami gangguan tidur, obesitas, cemas, terlalu banyak mengonsumsi kafein, dan terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan pereda sakit kepala hal tersebut akan lebih rentan terjadi. Merasakan sakit kepala sebelah kanan sesekali adalah hal yang biasa terjadi dan umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus. Namun Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika sakit terasa begitu hebat, atau disebabkan oleh cedera, bahkan pula jika sakit terlalu sering, ataupun istirahat beserta obat tidak lagi ampuh dalam hal tersebut. maka sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi pada dokter atau tim medis lainnya.[1] Perlu kita ketahui ternyata ada beberapa gejala yang mungkin tidak akan sama, dikarenakan letak sakitnya yang berbeda-beda. Namun, sakit kepala tegang adalah gejala umum yang terjadi pada kepala sebelah kanan. Berikut yang dapat kamu ketahui:

  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Sedikit sensitif terhadap cahaya silau dan suara
  • Nyeri umum pada otot
  • Rasa sakit berkisar dari ringan hingga sedang
  • Rasa sakit yang memengaruhi seluruh kepala
  • Rasa sakit yang berlangsung sepanjang hari
  • Sakit kepala saat bangun tidur atau bangun dari tiduran
  • Kelelahan

Migranpun juga termasuk gejala umum dari gejala tersebut, sepertihalnya:

  • Kulit pucat
  • Nyeri yang konstan dan parah, terasa panas dan tertusuk-tusuk pada satu sisi kepala
  • Rasa sakit terletak di belakang satu mata atau daerah mata dan tidak berganti sisi
  • Rasa sakit berkisar dari sedang hingga parah
  • Pandangan kabur
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Kehilangan nafsu makan
  • Blind spots (‘titik buta’ pada penglihatan Anda)
  • Rasa sakit berkurang secara bertahap dalam sehari dan kambuh pada hari yang sama[2]

 

Sumber: Alodokter.com

[1] Sumber referensi Alodokter.com

[2] Sumber referensi Hellosehat.co

Beberapa faktor resiko terjadinya penyakit stroke

Hipertensi atau tekanan darah tinggi ternyata dapat meningkatkan risiko penyakit stroke. Hal tersebut disebabkan karena tekanan darah yang terlalu tinggi sehingga membuat pembuluh darah di otak menjadi pecah lalu terjadilah stroke (stroke hemoragik). Faktor lainnya juga dapat disebabkan karena, Merokok, atau mengkonsumsi makananan yang mengadung tinggi garam, dan minum alkohol terlalu sehingga semua itu dapat meningkatkan tekanan darah. Gula darah yang tinggi (diabetes) cenderung terjadi bersamaan dengan tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi yang semuanya meningkatkan risiko stroke. Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan kadar kolesterol total, meningkatkan tekanan darah, dan menjadi faktor resiko tejadinya diabetes. Kolesterol tinggi juga termasuk faktor risiko stroke, karena kolesterol tinggi dalam darah dapat membangun timbunan lemak (plak) pada dinding pembuluh darah. Deposit lemak (plak) tersebut dapat memblokir aliran darah pada otak, sehingga menyebabkan stroke (stroke iskemik). Selain itu gangguan jantung juga dapat meningkatkan risiko penyakit stroke. Misalnya, penyakit jantung koroner (CAD) meningkatkan  resiko penyakit tersebut. Kondisi jantung lainnya, seperti cacat katup jantung, denyut jantung tidak teratur (termasuk fibrilasi atrium), dan bilik jantung membesar, dapat membentuk penggumpalan darah yang dapat menyumbat pembuluh darah di otak lalu menyebabkan stroke. Beberapa risiko lainnya yang dapat meningkatkan penyakit tersebut adalah diabetes dan kegemukan juga obesitas, semua itu termasuk. Dikarenakan kondisi diabetes yang menyebabkan gula darah tinggi yang seharusnya gula tersebut masuk ke dalam sel-sel tubuh. Penting untuk kita ketahui, kurang Aktifitas Fisik olahraga ternyata dapat meningkatkan berat badan, sehingga dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan kadar kolesterol. Ketidakaktifan ini juga merupakan faktor risiko untuk diabetes, ehingga juga merupakan faktor resiko penyakit stroke. Berikut beberapa faktor dari penyakit tersebut yang masih dapat kita kendalikan:

  • merokok dapat menyebabkan stroke

Minum Alkohol Minum terlalu banyak alkohol dapat meningkatkan tekanan darah, yang meningkatkan risiko stroke. Hal ini juga meningkatkan kadar trigliserida, suatu bentuk kolesterol, yang bisa mengeras pada arteri.

  • Serangan stroke sebelumnya atau transient ischemic (TIA).

Jika Anda pernah mengalami stroke sebelumnya atau TIA (“mini-stroke,” atau stroke ringan) ada kemungkinan besar bahwa Anda bisa mengalami stroke di kemudian hari.

  • Penyakit sel sabit. Penyakit sel sabit merupakan kelainan darah yang berhubungan dengan stroke iskemik, dan terutama mempengaruhi anak-anak Afrika-Amerika dan Hispanik. Stroke dapat terjadi jika sel-sel sabit terjebak dalam pembuluh darah dan menyumbat aliran darah ke otak. Sekitar 10% dari anak-anak dengan penyakit sel sabit akan memiliki stroke.
  • Kegemukan dan obesitas. Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan kadar kolesterol total, meningkatkan tekanan darah, dan menjadi faktor resiko penyaki stroke melalui diabetes tersebut.
  • Faktor Perilaku atau gaya hidup/kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan stroke

Merokok Merokok diyakini menjadi resiko stroke karena dapat melukai pembuluh darah dan mempercepat pengerasan arteri. Karbon monoksida dalam asap rokok mengurangi jumlah oksigen dalam darah. Asap rokok dapat meningkatkan risiko stroke dibandingkan orang yang tidak merokok.

  • Memiliki penyakt diabetes atau kencing manis dapat meningkatkan resiko stroke dan bisa membuat stroke menjadi semakin parah. Kondisi diabetes yang menyebabkan gula darah tinggi yang seharusnya gula tersebut masuk ke dalam sel-sel tubuh. Gula darah yang tinggi (diabetes) cenderung terjadi bersamaan dengan tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi yang semuanya meningkatkan risiko stroke.

Selain itu beberapa faktor penyakit stroke yang tak dapat diubah

  • Riwayat keluarga. Memiliki riwayat keluarga stroke meningkatkan kemungkinan seseorang terserang stroke.
  • Usia dan jenis kelamin. Semakin tua Anda, semakin besar kemungkinan Anda untuk mengalami stroke. Untuk usia 65 dan lebih tua, laki-laki berada pada risiko yang lebih besar daripada wanita.
  • Genetik
  • Penggunaan terapi hormonal atau pil kb yang mengandung estrogen meningkatkan angka kejadian stroke.[1]

“dilansir dari laman Alodokter” Berdasarkan penyebabnya, ada dua jenis stroke, yaitu: Stroke iskemik. Sekitar 80% stroke adalah jenis stroke iskemik. Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah arteri yang membawa darah dan oksigen ke otak mengalami penyempitan atau terhambat, sehingga menyebabkan aliran darah ke otak sangat berkurang. Kondisi ini disebut juga dengan iskemia. Stroke tersebut memiliki 2 jenis, di antaranya stroke trombotik dan embolik. Stroke hemoragik. Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan menyebabkan perdarahan. terdapa dua jenis stroke hemoragik, antara lain, pendarahan intraserebral dan pendarahan subarachnoid.

 

[1] Sumber referensi Honestdocs.com

Bagaimana Cara Mengobati Atresia Ani?

Atresia ani (anus imperforate) merupakan jenis kelainan sejak lahir. Anak yang mengalami kondisi ini mengalami gangguan perkembangan janin. Hal ini menyebabkan bentuk rektum (bagian akhir usus besar) hingga lubang anus memiliki bentuk yang tidak sempurna. Cara mengobati atresia ani biasanya dengan operasi Anak yang mengalami atresia ani juga mengalami kelainan di bagian tubuh lain contohnya kelainan pada organ pencernaan, saluran kemih dan kelaimin. Beberapa kelainan tersebut dibedakan menjadi :

  • Kelainan di tingkat bawah

Kondisi lubang anus menyempit atau sama sekali tertutup. Hal ini dikarenakan usus rektum yang masih menempel di kulit. Lubang anus yang tertutup biasanya disertai dengan cacat lahir lain, contohnya gangguan jantung, masalah pada sistem saraf pusat, dan anomali pada kaki dan tangan.

  • Kelainan di tingkat atas

Posisi usus besar yang berada pada rongga panggul bagian atas dan terbentuknya fistula yang menghubungkan rektum dengan kandung kemih, uretra, atau vagina. Fistula adalah terowongan abnormal yang muncul antara dua saluran normal misalnya antara pembuluh darah, usus, dan organ tubuh.

  • Lubang posterior atau kloaka yang persisten

Kelainan yang menyebabkan rektum, saluran kemih, dan lubang vagina bertemu pada satu saluran yang sama.

Upaya pengobatan untuk atresia ani tergantung pada tingkat keparahan kasus yang terjadi. Tindakan pengobatan yang dilakukan biasanya adalah operasi. Operasi ini dilakukan pada sebagian besar penderita atresia ani. Operasi dilakukan untuk membuka lubang yang tertutup. Metode yang cocok akan dipilih oleh ahli bedah dan tergantung pada kondisi bayi, contohnya :

  • Obat – obatan : menawarkan rasa sakit contohnya etaminophen (Tylenon) atau ibuprofen (motrin)
  • Kolostomi : menyambung bagian usus ke bukaan pada dinding perut untuk mengeluarkan kotoran ke kantung di luar tubuh
  • Operasi : menyambung anus dan usus jika usus tidak tersambung dengan anus
  • Anoplasti : memindahkan anus ke tempat yang tepat apabila memiliki sambungan yang tidak normal di usus dan sistem urinasi

Cara mengobati atresia ani di rumah juga bisa pilih. Cara yang paling sederhana adalah dengan mengubah gaya hidup. Selanjutnya ada beberapa langkah yang bisa diterapkan seperti:

  • Setelah operasi: ikuti petunjuk dokter untuk merawat luka.

Untuk perawatan jangka panjang:

  • Rutin mengunjungi dokter untuk mengetahui kondisi anak Anda
  • Mengubah pola makan, level aktivitas anak dan melakukan kebiasaan toilet pada anak untuk mengurangi konstipasi
  • Membantu anak untuk mempelajari bagaimana menggunakan anus yang baru
  • Menggunakan perangkat untk menstimulasi saraf di usus
  • Ikut mengelola program pengelolaan usus
  • Melakukan operasi lain untuk meningkatkan kendali usus apabila dibutuhkan

Metode pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk memastikan diagnosis atresia ani adalah:

  • Pemeriksaan fisik

Dokter bisa menemukan kasus atresia ani saat memeriksa kondisi bayi yang baru lahir. Doker akan mengecek daerah sekitar alat kelamin dan pantat bayi.

  • Pemeriksaan melalui rontgen dan USG

Rontgen di area perut (abdominal) untuk menentukan lokasi atresia. Misalnya untuk mengetahui posisi ujung saluran usus besar di tubuh penderita. Tes ini bertujuan untuk perawatan yang tepat bagi penderita atresia ani dapat direncanakan dengan tepat.

  • Pemeriksaan MRI

Tes ini bertujuan untuk mendeteksi ketidaknormalan di tulang belakang, organ kelamin dan otot – otot panggul.

  • Pemeriksaan echocardiogram

Tes ini mempunyai tujuan untuk memeriksa adanya kelainan di jantung yang juga bisa ditemukan pada penderita atresia ani.

  • Colostogram

Tes ini bertujuan untuk memeriksa keberadaan kelainan di usus yang mungkin dialami penderita atresia ani.

  • Cystourethrogram

Tes ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan kelainan di saluran kemih. Kelainan ini juga dapat ditemukan di penderita atresia ani.

 

Sumber :

www.sehatq.com

www.webmd.com

Pexels.com

Bagaimana cara mengatasi syaraf terjepit jika terjadi pada diri kita.

saraf kejepit adalah rasa nyeri pada bagian punggung, leher, atau kaki dengan cara tiba-tiba biang keroknya. Masalah ini dikatakan saraf terjepit karena saat jaringan di sekitarnya seperti tulang, otot, dan tendon, menekan terlalu kencang. Tekanan tersebut akan membuat fungsi saraf menjadi terganggu. sehingga, rasa kesemutan akan muncul sepertihalnya nyeri, kebas, hingga melemahnya tubuh sebagai akibat dari kondisi tersebut. sebelum kita mengatasi saraf terjepit tersebut ketahui beberapa yang pada umumnya terjadi hanya pada satu sisi tubuh. Meski begitu, kondisi tersebut bisa menjadi lebih dari satu area. Misalnya, satu saraf dileher dan saraf lainnya di tangansehingga dapat menyebabkan gangguan yang ringan, bahkan hingga parah.

  • Muncul rasa kebas di kulit.
  • Kaki atau tangan mengalami mati rasa.
  • Hilangnya kemampuan untuk merasakan sensasi panas, dingin, nyeri, atau sentuhan di sekitar area kulit.
  • Otot yang terkena dampaknya menjadi lemah.
  • Gejala lain yang pada umumnya terjadi seperti terbakar.
  • Serta rasa kesemutan yang disertai dengan sensasi seperti tertusuk-tusuk jarum atau kesterum.
  • Muncul rasa nyeri di area saraf yang terjepit hingga menyebar ke area lain di sekitar lokasi saraf.
  • Kondisi ini dapat juga muncul di lokasi lain, jauh dari lokasi saraf yang terjepit. Misalnya, saraf yang terjepit di leher, namun rasa nyeri muncul di siku atau lengan.

Saat mengalami saraf kejepit, Anda bisa merasakan salah satu atau gejala tersebut. dan untuk mengatasi saraf terjepit yang umumnya muncul secara perlahan, dapat dilihat dari keparahan gejala yang dirasakan karena dapat berubah-ubah, tergantung dari posisi tubuh kita pada saat itu.

Terkadang, kondisi saraf kejepit juga dapat menyebabkan gangguan fungsional di tubuh. Gangguan fungsional tersebut ternyata dapat mengganggu sepertihalnya dalam kemampuan mengendalikan rasa ingin buang air kecil dan besar, hingga menyebabkan penderitanya mengompol.[1] “dilansir dari laman Alodokter” Jika kita mengalami saraf terjepit, ada beberapa obat saraf terjepit yang bisa kita pilih, di antaranya obat anti-inflamasi non steroid (OAINS), seperti ibuprofen dan naproxen, yang dapat membantu mengatasi peradangan atau rasa nyeri yang ditimbulkan oleh saraf terjepit tersebut. Obat anti-inflamasi lainnya seperti kortikosteroid juga ternyata bermanfaat pada banyak jenis kondisi yang terkait saraf terjepit. Obat tersebut dapat diberikan dengan cara diminum atau melalui suntikan, manfaat lainnya juga dapat mengurangi rasa sakit dan pembengkakan yang terjadi. beriku beberapa cara penanganan lainnya yang dapat dilakukan untuk mengatasi saraf terjepit adalah:

  • Fisioterapi

Fisioterapi adalah jenis perawatan untuk membantu Anda bergerak lebih baik, menghilangkan rasa sakit, dan juga membantu memperbaiki atau mengembalikan fungsi fisik dan tingkat kebugaran. Terapi tersebut juga membantu dalam meregangkan dan menguatkan otot. Terapi ini diberikan hampir selalu meliputi olahraga, termasuk peregangan, latihan inti, angkat beban, dan berjalan.

  • Tindakan operasi atau pembedahan

Jika saraf terjepit tidak membaik setelah beberapa minggu hingga beberapa bulan dengan obat-obatan dan fisioterapi, maka dokter akan merekomendasikan Anda untuk menjalani tindakan operasi. Jenis operasi atau pembedahan pun bervariasi tergantung lokasi saraf terjepit.

Selain obat-obatan dalam menangani saraf tersebut, kita juga perlu mengetahui langkah-langkah pencegahan agar Anda terhindar dari masalah saraf terjepit. Misalnya, mempertahankan posisi yang baik, jangan menyilangkan kaki Anda atau berbaring dalam posisi apa pun untuk waktu yang lama ketika melakukan olahraga secara rutin, terutama jenis olahraga yang melatih kekuatan dan fleksibilitas. Alangkah baiknya batasi gerakan berulang dan berikan jeda setiap beberapa waktu ketika Anda melakukan suatu kegiatan dengan gerakan berulang; pertahankan berat badan yang sehat agar terhindar dari saraf terjepit.

 

 

 

Sumber: Hellosehat.com

[1] Sumber referensi sehatq.com

Apa Itu Penyakit Atresia Ani?

Atresia ani adalah penyakit yang pada umumnya terjadi pada bayi. Konisi ini berupa usus besar atau bagian dari usus besar bayi belum terbentuk dengan sempurna. Hal ini menyebabkan usus besar tersumbat dan sangat sempit. Sebagian bayi tidak mempunyai bukaan anus. Usus besar merupakan lokasi atresia yang paling jarang terjadi di saluran pencernaan. Penanganan yang segera dan tepat sangat diperlukan karena penyakit ini merupakan penyakit yang serius. Mayoritas bayi membutuhkan operasi untuk memperbaiki keadaan ini. Penyebab atresia ani masih belum diketahui sehingga menghalangi tindakan selanjutnya. Atresia ani cukup sering terjadi (1/5000 bayi yang baru lahir) dan lebih renta dialami oleh bayi laki – laki. Kondisi ini bisa memengaruhi perkembangan anak dan faktor resiko bisa berkurang dengan penanganan yang tepat.

Beberapa tanda dan gejala atresia ani :

  • Muntah
  • Tidak mempunyai lubang anus
  • Mempunyai lubang anus di tempat yang tidak semestinya, seperti terlalu dekat dengan vagina
  • Terdapat selaput yang menutupi lubang anus
  • Usus tidak tersambung dengan anus
  • Sambungan antara usus dan sistem urinasi tidak normal, tinja bisa melewati sistem urinasi, seperti uretra, vagina, skrotum atau dasar penis
  • Tidak mengeluarkan feses selama 24 – 48 jam pertama setelah lahir
  • Mempunyai perut yang bengkak
  • Mempunyai sambungan yang tidak normal, atau fistula, antara rektum dan sistem reproduksi atau saluran urinasi

Bayi dengan atresia ani biasanya mempunyai kelainan lain, misalnya :

  • Cacat di ginjal atau saluran urinasi
  • Terdapat kelainan di tulang belakang
  • Cacat di batang tenggorok atau trakhea
  • Cacat di kerongkongan
  • Cacat di paha atau lengan
  • Mengalami down syndrome
  • Duodenal atresia, adalah perkembangan tidak sempurna di bagian pertama dari usus kecil
  • Cacat jantung kongenital

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter apabila teredapat gejala atau tanda – tanda yang tidak disebutkan di atas. Sehingga, upaya pengobatan bisa segera dilakukan.

            Atresia ani adalah penyakit yang belum diketahui secara pasti penyebabnya. Hal ini disebabkan oleh adanya cacat pada genetik. Kelainan ini terjadi mulai anak Anda belum dilahirkan. Pada umumnya terjadi mulai minggu ke-5 sampai minggu ke-7 kehamilan. Dalam jangka waktu ini, sistem pencernaan dan anus anak mulai terbentuk.

Beberapa faktor resiko yang bisa meningkatkan terjadinya atresia ani yaitu :

  • Jenis kelamin : penyakit ini lebih rentan dialami oleh bayi laki – laki
  • Adanya cacat lahir lain
  • Penggunaan steroid inhalers oleh ibu selama masa kehamilan

Diagnosis atresia ani dilakukan dengan USG. Hal ini bertujuan untuk melihat adanya tanda penyumbatan di sistem pencernaan anak dan kelainan lainnya. Apabila terdapat terlalu banyak cairan ketuban, kondisi ini merupakan pertanda dari atresia ani atau penyumbatan lain di saluran pencernaan bayi.

Atresia ani yang terjadi pada bayi biasanya didiagnosis setelah persalinan dengan pemeriksaan fisik. Dokter akan mengecek lambung bayi dengan tujuan untuk melihat adanya gejala pembengkakan dan memeriksa bukaan anus untuk melihat adanya gejala kelainan. X-ray dan ultrasound pada perut bisa dilakukan untuk mengecek masalah lainnya. Melakukan tes sangat penting untuk mengetahui kelainan yang berhubungan dengan kondisi ini agar penanganan yang tepat bisa dilakukan. Beberapa tes lain misalnya :

  • X-ray : mendeteksi kelainan tulang belakang
  • Spinal ultrasound : mendeteksi kelainan pada bagian tulang belakang
  • Echocardiogram : mendeteksi kelainan jantung
  • MRI : mendeteksi cacat pada kerongkongan, seperti pembentukan fistula pada trakhea atau batang tenggorok

 

Sumber :

www.mayoclinic.org

www.webmd.com

Pexels.com

Avascular Necrosis, Penyakit yang Berkaitan Dengan Sendi

Avascular necrosis adalah suatu kondisi di mana jaringan tulang menjadi mati karena kekurangan darah, kondisi ini menghasilkan kerusakan tulang dan bahkan kehancuran tulang. Avascular necrosis juga disebut juga dengan nama osteonecrosis, aseptic necrosis, atau ischemic bone necrosis.

Avascular necrosis adalah suatu kondisi dari jaringan tulang yang mati yang disebabkan oleh kurangnya pasokan darah. Di tahap awal, umumnya avascular necrosis tidak menimbulkan gejala. Seiring berjalannya waktu, rasa nyeri saat bergerak akan terjadi karena sendi yang mengalami pengaruh. Lalu sendi akan terasa nyeri meskipun penderita hanya berbaring. Rasa nyeri yang terasa terkadang ringan bahkan berat. Rasa nyeri akan terasa berat pada sendi yang menahan berat badan tubuh misalnya sendi di daerah bokong atau pangkat paha. Nyeri juga bisa dialami di bagian lutu, bahu, kaki dan tangan.

Gejala yang mungkin tidak terlihat pada tahap awal terjadinya penyakit ini. Tetapi seiring berjalannya waktu dan proses terjadinya, rasa nyeri dan sakit akan mulai terjadi. Di awal terjadinya penyakit ini, rasa sakit hanya dirasakan saat menaruh beban di tulang yang bermasalah. Rasa sakit akan terus terjadi secara konstan saat tulag dan sekitarnya menyatu. Pada saat rasa sakit yang terus menerus inilah Anda tidak bisa lagi menggunakan persendian Anda. Misalnya, penyakit avascular necrosis terjadi di pinggul Anda, hal ini menyebabkan Anda tidak bisa berjalan. Kehancuran tulang sepenuhnya akan terjadi setelah 1 bulan sampai 1 tahun sejak gejala pertama terjadi.

Penyakit ini bisa disebabkan oleh trauma, misalnya pergeseran sendi yang bisa menghancurkan pembuluh darah. Penumpukan lemak yang ada di pembuluh darah kecil juga bisa membatasi asupan aliran darah ke tulang. Penyebab lain bisa berupa kondisi lain misalnya anemia sel sabit (penyakit Gaucher) serta beberapa pengobatan (radiasi dari pengobatan kanker) bisa berpengaruh pada kelemahan tulang dan kerusakan pembuluh darah. Apabila kondisi ini tidak segera diobati maka avascular necrosis tidak hanya bisa menghancurkan tulang tetapi juga bisa menyebabkan terjaddinya arthritis yang parah.

Seseorang yang mengalami penyakit ini dikarenakan beberapa faktor resiko yang meningkatkan terjadinya penyakit ini. Beberapa faktor resiko tersebut yaitu :

  • Kadar kolesterol
  • Konsumsi alkohol
  • Penggunaan steroid

Diagnosis avascular necrosis bisa dilakukan dengan pemeriksaan fisik dan beberapa tes misalnya X-rays, MRI, CT scan dan ronsen tulang. Dengan melakukan tes atau pemeriksaan tersebut, Anda bisa mendeteksi diri apakah mengalami penyakit ini atau tidak. Setelah diagnosis dilakukan tindakan pengobatan bisa dilakukan meskipun tidak bisa mengembalikan kondisi tulang seperti sebelumnya. Namun, pengobatan bisa dilakukan untuk mencegah kerusakan tulang lebih lanjut. Hal ini tergantung pada tingkat keparahan tulang Anda. Sebelum Anda melakukan pengobatan, dokter akan menentukan pengobatan apa yang tepat sesuai yang Anda butuhkan. Beberapa pilihan pengobatan itu misalnya :

  • Pengobatan untuk meredakan rasa sakit dan memperlambat proses, misalnya mengurangi hambatan di pembuluh darah
  • Terapi fisik : merawat keluwesan sendi
  • Operasi: transplantasi tulang, pembentukan tulang, penggantian sendi, dan lainnya.

Pengobatan yang bisa dilakukan sendiri di rumah yaitu berupa perubahan gaya hidup. Selain itu, Anda juga bisa mengurangi faktor resiko untuk mengalami penyakit ini dengan cara mengontrol kadar kolesterol. Cara ini dilakukan agar keberadaan lemak tidak menghambat aliran darah. Anda juga bisa membatasi konsumsi alkohol karena seseorang yang minum alkohol dalam jumlah banyak akan meningkatkan resiko terjadinya penyakit ini. Hal ini sama dengan penggunaan steroid yang bisa berkaitan dengan kerusakan tulang karena dosis tinggi.

 

Sumber :

www.hellosehat.com

www.alodokter.com

Radiopaedia.org