Bagaimana Cara Mengobati Atresia Ani?

Atresia ani (anus imperforate) merupakan jenis kelainan sejak lahir. Anak yang mengalami kondisi ini mengalami gangguan perkembangan janin. Hal ini menyebabkan bentuk rektum (bagian akhir usus besar) hingga lubang anus memiliki bentuk yang tidak sempurna. Cara mengobati atresia ani biasanya dengan operasi Anak yang mengalami atresia ani juga mengalami kelainan di bagian tubuh lain contohnya kelainan pada organ pencernaan, saluran kemih dan kelaimin. Beberapa kelainan tersebut dibedakan menjadi :

  • Kelainan di tingkat bawah

Kondisi lubang anus menyempit atau sama sekali tertutup. Hal ini dikarenakan usus rektum yang masih menempel di kulit. Lubang anus yang tertutup biasanya disertai dengan cacat lahir lain, contohnya gangguan jantung, masalah pada sistem saraf pusat, dan anomali pada kaki dan tangan.

  • Kelainan di tingkat atas

Posisi usus besar yang berada pada rongga panggul bagian atas dan terbentuknya fistula yang menghubungkan rektum dengan kandung kemih, uretra, atau vagina. Fistula adalah terowongan abnormal yang muncul antara dua saluran normal misalnya antara pembuluh darah, usus, dan organ tubuh.

  • Lubang posterior atau kloaka yang persisten
READ  Gejala Auditory Processing Disorder yang Harus Anda Perhatikan

Kelainan yang menyebabkan rektum, saluran kemih, dan lubang vagina bertemu pada satu saluran yang sama.

Upaya pengobatan untuk atresia ani tergantung pada tingkat keparahan kasus yang terjadi. Tindakan pengobatan yang dilakukan biasanya adalah operasi. Operasi ini dilakukan pada sebagian besar penderita atresia ani. Operasi dilakukan untuk membuka lubang yang tertutup. Metode yang cocok akan dipilih oleh ahli bedah dan tergantung pada kondisi bayi, contohnya :

  • Obat – obatan : menawarkan rasa sakit contohnya etaminophen (Tylenon) atau ibuprofen (motrin)
  • Kolostomi : menyambung bagian usus ke bukaan pada dinding perut untuk mengeluarkan kotoran ke kantung di luar tubuh
  • Operasi : menyambung anus dan usus jika usus tidak tersambung dengan anus
  • Anoplasti : memindahkan anus ke tempat yang tepat apabila memiliki sambungan yang tidak normal di usus dan sistem urinasi
READ  Simak Cara Mengobati Auditory Processing Disorder Berikut

Cara mengobati atresia ani di rumah juga bisa pilih. Cara yang paling sederhana adalah dengan mengubah gaya hidup. Selanjutnya ada beberapa langkah yang bisa diterapkan seperti:

  • Setelah operasi: ikuti petunjuk dokter untuk merawat luka.

Untuk perawatan jangka panjang:

  • Rutin mengunjungi dokter untuk mengetahui kondisi anak Anda
  • Mengubah pola makan, level aktivitas anak dan melakukan kebiasaan toilet pada anak untuk mengurangi konstipasi
  • Membantu anak untuk mempelajari bagaimana menggunakan anus yang baru
  • Menggunakan perangkat untk menstimulasi saraf di usus
  • Ikut mengelola program pengelolaan usus
  • Melakukan operasi lain untuk meningkatkan kendali usus apabila dibutuhkan

Metode pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk memastikan diagnosis atresia ani adalah:

  • Pemeriksaan fisik

Dokter bisa menemukan kasus atresia ani saat memeriksa kondisi bayi yang baru lahir. Doker akan mengecek daerah sekitar alat kelamin dan pantat bayi.

  • Pemeriksaan melalui rontgen dan USG
READ  Gejala Atresia Ani yang Harus Anda Ketahui

Rontgen di area perut (abdominal) untuk menentukan lokasi atresia. Misalnya untuk mengetahui posisi ujung saluran usus besar di tubuh penderita. Tes ini bertujuan untuk perawatan yang tepat bagi penderita atresia ani dapat direncanakan dengan tepat.

  • Pemeriksaan MRI

Tes ini bertujuan untuk mendeteksi ketidaknormalan di tulang belakang, organ kelamin dan otot – otot panggul.

  • Pemeriksaan echocardiogram

Tes ini mempunyai tujuan untuk memeriksa adanya kelainan di jantung yang juga bisa ditemukan pada penderita atresia ani.

  • Colostogram

Tes ini bertujuan untuk memeriksa keberadaan kelainan di usus yang mungkin dialami penderita atresia ani.

  • Cystourethrogram

Tes ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan kelainan di saluran kemih. Kelainan ini juga dapat ditemukan di penderita atresia ani.

 

Sumber :

www.sehatq.com

www.webmd.com

Pexels.com